Kos-kosan sebagai
rumah kedua bagi seorang
anak kos setelah
rumah orang tuanya,menjadi lingkungan
penting dan menentukan dalam
perkembangan kehidupan kini dan mendatang
bagi anak kos tersebut baik
sebagai lingkungan
hetrogen maupun homogen.
Lingkungan tersebut
secaralangsung atau tidak menimpa diri seorang anak menjadi
mandiri dan dewasa. Karena dilingkungan
inilah terjadinya proses pendidikan
bagi mereka yang mencakup;pembentukan pola
hidup, bahkan pembentukan nilai
sosial budaya bagi anak
kos tersebut. Tidak
jarang ditemukan dalam beberapa
kasus seorang anak pada
awalnya berniat sekolah ke kota,
sampai di kota
dan tinggal di
rumah kos dalam beberapa
waktu justru mengalami permasalahan rumit
yang berbeda dengan lingkungan
keluarganya sebelumnya. Sebagai
akibat dari hal tersebutadalah banyak diantara
mereka yang tidak
lanjut sekolah, atau malah bermain-main bersekolahnya sehingga gagal
dalam perkuliahan atau sekolahnya.
Tapi tidak jarang pula
diantara mereka yang
sukses dengan lingkungan kehidupan kos tersebut.
Masalah-masalah di
kalangan mahasiswa kos - kosan yang
berkembang seperti hubungan
sex bebas muda - mudi, narkoba,
hingga permasalahan perkuliahan.
Meskipun tidak semua tempat
kos yang memberi kebebasan yang
berlebihan kepada anak kos, namunbanyak yang sangat disiplin
dan menuntut aturan tertentu
bagi anak kos tersebut. Sehinggalama kelamaan
permasalahan yang terjadi di
lingkungan kos tersebut
bagi anak kos akan
cepat beradaptasi dengan masalah
yang mereka hadapi. Walaupun
kondisi penghuni kos dari
berbagai kalangan daerah yang berbeda budaya,
agama, etnis dan
pengelompokan lainnya seperti
Jawa dan non Jawa dan sebagainya. Penghuni kos
tetap merupakan sebuah komunitas
dan kelompok bagi penghuninya.
Disinilah dibutuhkan
kedewasaan dalam pengambilan keputusan yang lebih
matang agar lebih
ringan menghadapi berbagai rintangan permasalahan. Belum lagi
permasalahan ekonomi yang
senantiasa makin memburuk di
negeri ini membuat harga barang-barang kebutuhan perkuliah dan
kos bagi mereka akan makin
mahal sehingga menambah
permasalahan dalam meraih prestasi akademik
mereka. Semua permasalahan ini dapat
mengikis nilai-nilai yang
telah ditanamkan secara budaya
di lingkungan keluarga bagi
seorang anak kos. Kemampuan mempertahankan prinsip tersebutmenjadi tantangan
tersendiri bagi seorang anak
yang merantau jauh
dari daerah dan budaya
mereka agar dapat bertahan hidup,
memiliki status tinggi
di mata masyarakat dan
teman rantauannya dengan
dianggap sebagai seorang
yang “berjiwa dewasa” dan “terpelajar”.Dengan demikian
kemandirian pada kehidupan kos
bagi mahasiswa menunjukkan
pengaruh besar terhadap kemandirian di kalangan
anak kos dalam menghadapi lika-liku kehidupan
perkuliahan mereka. Kondisi ini menjadikan mereka tidak mudah terpengaruh, berprinsip
dan sukses dalam lingkungan perkuliahan
mereka dan sesuai dengan
cita-cita yang diharapkan
sebelum merantau dulunya baik
bagi individu anak kos, keluarga maupun masyarakat (Muhammad Hidayat,2017)
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Hidayat. 2017. Pengaruh Kemandirian Mahasiswa Yogyakarta Terhadap Prestasi
Akademik : Respon 60 Mahasiswa Di Yogyakarta . Jurnal Socius : 4(1) : 109-110.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar