Sabtu, 18 Mei 2019

KEMANDIRIAN MAHASISWA DAN PRESTASI AKADEMIK

Kos-kosan  sebagai  rumah  kedua  bagi seorang   anak   kos   setelah   rumah   orang tuanya,menjadi   lingkungan   penting   dan menentukan dalam perkembangan kehidupan kini  dan  mendatang  bagi anak kos    tersebut    baik    sebagai    lingkungan hetrogen   maupun   homogen.   Lingkungan tersebut     secaralangsung     atau     tidak menimpa diri seorang anak menjadi mandiri dan dewasa.  Karena  dilingkungan  inilah terjadinya  proses  pendidikan  bagi  mereka yang  mencakup;pembentukan  pola  hidup, bahkan   pembentukan   nilai   sosial   budaya bagi    anak    kos    tersebut.    Tidak    jarang ditemukan  dalam  beberapa  kasus  seorang anak pada awalnya  berniat sekolah ke kota, sampai  di  kota  dan  tinggal  di  rumah  kos dalam   beberapa   waktu   justru   mengalami permasalahan  rumit  yang berbeda  dengan lingkungan keluarganya sebelumnya. Sebagai   akibat   dari hal   tersebutadalah banyak  diantara  mereka  yang  tidak  lanjut sekolah, atau malah bermain-main bersekolahnya sehingga gagal dalam perkuliahan   atau   sekolahnya.   Tapi   tidak jarang  pula  diantara  mereka  yang  sukses dengan lingkungan kehidupan kos tersebut. 
Masalah-masalah di kalangan mahasiswa   kos - kosan   yang   berkembang seperti  hubungan sex   bebas   muda - mudi,   narkoba,   hingga permasalahan   perkuliahan. Meskipun tidak   semua   tempat   kos   yang   memberi kebebasan   yang   berlebihan   kepada   anak kos, namunbanyak yang sangat disiplin dan menuntut   aturan   tertentu   bagi   anak   kos tersebut. Sehinggalama kelamaan permasalahan yang  terjadi  di   lingkungan kos   tersebut bagi   anak   kos akan   cepat beradaptasi dengan masalah  yang  mereka hadapi.   Walaupun   kondisi penghuni   kos dari berbagai kalangan daerah yang berbeda budaya,  agama,  etnis  dan  pengelompokan lainnya   seperti Jawa dan   non Jawa dan sebagainya. Penghuni  kos  tetap  merupakan sebuah    komunitas    dan    kelompok    bagi penghuninya.
Disinilah dibutuhkan kedewasaan dalam  pengambilan  keputusan yang    lebih    matang    agar    lebih    ringan menghadapi berbagai rintangan permasalahan. Belum   lagi   permasalahan   ekonomi yang senantiasa  makin  memburuk di  negeri ini membuat harga barang-barang kebutuhan perkuliah  dan  kos  bagi mereka akan   makin   mahal sehingga   menambah permasalahan dalam meraih prestasi akademik  mereka. Semua  permasalahan  ini dapat    mengikis    nilai-nilai    yang    telah ditanamkan  secara  budaya  di  lingkungan keluarga bagi seorang anak kos. Kemampuan mempertahankan prinsip tersebutmenjadi  tantangan  tersendiri  bagi seorang   anak   yang   merantau   jauh   dari daerah   dan   budaya   mereka   agar   dapat bertahan  hidup,  memiliki  status  tinggi  di mata   masyarakat  dan  teman  rantauannya dengan dianggap   sebagai   seorang   yang “berjiwa dewasa” dan “terpelajar”.Dengan  demikian  kemandirian  pada kehidupan kos bagi mahasiswa menunjukkan    pengaruh    besar    terhadap kemandirian di  kalangan  anak  kos  dalam menghadapi lika-liku kehidupan perkuliahan mereka. Kondisi ini menjadikan mereka tidak mudah terpengaruh,  berprinsip  dan  sukses  dalam lingkungan  perkuliahan  mereka  dan  sesuai dengan  cita-cita  yang  diharapkan  sebelum merantau  dulunya  baik  bagi  individu  anak kos, keluarga maupun masyarakat (Muhammad Hidayat,2017)


DAFTAR PUSTAKA

Muhammad Hidayat. 2017. Pengaruh Kemandirian Mahasiswa Yogyakarta Terhadap Prestasi
Akademik : Respon 60 Mahasiswa Di Yogyakarta . Jurnal Socius : 4(1) : 109-110.